yang terkatakan

2 Kabar Duka di Hari Raya

Ada dua kabar duka yang merusak bahagia saat orang raya. Pertama, tragedi di depan istana.
Kedua, penusukan pada pendeta dan jamaatnya.

Baiklah kita bicara tentang tragedi di istana, Allah menghadirkan potret kemiskinan yg sesungguhnya ke depan mata kepala negara. Biar dia tahu kondisi Indonesia yang sesungguhnya. Macam mana negara akan berwibawa di mata negara tetangga karena mengurusi warganya saja tidak becus adanya. Masa harus kehilangan nyawa hanya mendapat salam dan isinya dari kepala negara. Dari peristiwa ini, besar ternyata kerja yang harus dilakukan negara terhadap warganya.

Mari kita bicara pula pada kasus penusukan pendeta. Kasus yang merobek-robek rasa kasih dan cinta sesama warga. Kasus yang tidak titik temu sejak lama. Meski 500 polisi berjaga, tapi kejadian terjadi jauh sebelum adanya penjaga. Sudah jelas ada masalah kenapa harus pula pawai di jalan sana, seakan melihatkan unjuk rasa dan perlawanan yang ada. Pemerintah yang tahu kasus ini dari semula lamban pula adanya menyelesaikan sampai ke akarnya.

Ini adalah duka bersama, hendaknya cepat dituntaskan secara seksama. Jangan ada lagi kekerasan apakah lagi sampai kehilangan nyawa.

13 September 2010 Posted by | Tak Berkategori | , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Bahaya Anda Mengenal LKC

Kalau Anda belum kenal LKC, sebaiknya Anda berpikir jauh sebelumnya. Mungkin juga Anda harus melihat ke dalam diri Anda, sejauh apa Anda siap untuk mengenalnya.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma yang disingkat LKC ini, berada di kawasan Mega Mall Ciputat, Tangerang Selatan. Ia berupa klinik yang melayani kesehatan para kaum dhuafa dan orang-orang miskin yang terpinggirkan di negeri ini. Ia orang-orang susah yang di pandang sebelah mata oleh banyak pihak.

Karena itu kalau Anda mengenalnya, Ini sangat berbahaya bagi Anda. Jika Anda mengenal LKC, saya takut keangkuhan dan kesombongan Anda akan hancur di sini. Nurani Anda akan luluh, karena melihat bagaimana orang-orang yang berkekurangan dilayani dengan ikhlas dan gratis di sini. Baca selebihnya »

7 September 2010 Posted by | pengalamanku | , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Puiih, Lupa Dia!

Terdengar kabar tentang gedung baru DPR menelan biaya yang tidak sedikit. Luar biasa, kata siaran TV diharapkan media dan rakyat tidak menghubungkan dengan kemiskinan.

Sungguh permintaan yang di luar kebiasaan. Hal ini juga tidak mendasar, apakah soal kemiskinan yang mendera rakyat ini benar-benar di luar kepedulian bapak dan ibu yang mengaku wakil rakyat.

Ini sangat berbeda dengan jualan yang dimaksudkan ketika masa kampanye dulu. Ada yang mengatakan, “Kalau saya dipilih rakyat sejahtera, bahagia, aman, sentausa, sembako murah.”

Puiih! Lupa dia. Ketika sudah duduk di gedung mewah dengan segenap fasilitas ekslusif. Sekarang malah menambah gedung baru dengan dana milyaran. Lalu apa gedung itu menjamin anggota dewan tidak bolos lagi kalau ada sidang.

Heran, sampai lupa dengan rakyat yang kemiskinannya memprihatinkan. Lihat aja yg ngantri sembako di klenteng dan gereja, karena jamaah masjid tak mampu untuk berbagi.

Tukul aja tahu, kalau kemiskinan dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitu amanat Undang Undang Dasar 45.

Apa nggak sebaiknya kalau dana bikin gedung baru itu diserahkan untuk dhuafa yang selama ini jadi target jualan mereka semasa kampanye.

Atau supaya tahu sedikit nasib rakyat, kita minta berkenan anggota DPR ikut antere minyak tanah dan sembako. Puiih! Baca selebihnya »

2 September 2010 Posted by | Pandanganku | , , , , | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.