MENGISI DETIK WAKTU | Mengambil Hikmah dari Kejadian
Secarik kertas print out mailinglist Kader Kota Tangerang, Jumat 15/4/2011 mengabarkan tentang nasib dari keluarga miskin di Padasuka yang ditemui oleh Anggota Legislatif dari Fraksi PKS Propinsi Banten Sanuji Pentamarta yang reses ke kawasan tersebut beberapa hari sebelumnya.Surat elektronik itu menyatakan bahwa ada sebuah rumah milik Samin dan Asiah, yang di sana juga tinggal anaknya Sanah dengan kedua anaknya Hasanuddin dan Sanuri yang tengah mengalami gizi buruk. Sementara seluruh anggota keluarga juga dalam kondisi sakit. Mereka tinggal di rumah gubuk kecil yang tidak layak huni, yang juga menurut anggota dewan tersebut, ditenggarai sebagai keluarga paling miskin yang pernah ia temui selama 12 tahun in
melaluiMENGISI DETIK WAKTU | Mengambil Hikmah dari Kejadian.
Ini Dia Seluk Beluk tentang Diabetes Mellitus | News | lkc.or.id
Menurut data Federasi Diabetes Nasional didapatkan informasi bahwa pada tahun 2003 jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di dunia sebanyak 194 juta jiwa, setiap tahun terdapat 3,2 juta kematian disebabkan oleh DM dan diperkirakan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi 333 juta jiwa penderita di dunia.
Di Indonesia pada tahun 2006 diperkirakan terdapat 14 juta jiwa penderita DM. Namun amat disayangkan, hanya 50% penderita yang sadar bahwa ia mengidap DM dan di antara yang sadar itu, baru sekitar 30% yang datang berobat dengan teratur. Sehingga sangat diperlukan pengetahuan yang baik dan benar tentang DM di masyarakat.
melaluiIni Dia Seluk Beluk tentang Diabetes Mellitus | News | lkc.or.id.
RS Lapangan Mulai Beroperasi
Hari ini direncanakan RS Lapangan DMC DD akan mulai beraktivitas di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Di sini ada ratusan pengungsi yang dievakuasi dari kawasan Salam, Magelang. Di antaranya pengungsi tersebut ada yang manula, anak-anak dan balita.
Untuk itu hari ini dPosyandu untuk anak-anak dan manula. Seperti biasanya, pengungsi mulai tidak betah di kawasan pengungsiannya. Meski belum aman mereka merasakan kerinduan yang luar biasa pada kampungnya. Merek rindu rumah, mereka rindu hewan ternak, mereka rindu dengan tempat mereka nongkorong di kampung. Hal itu membuat mereka merasa sepi dan asing di pengungsian.
Baca selebihnya »
Astagfirullah, Luruskan Niat!
“Astagfirulullah, Luruskan niat”. Kata-kata itu sering meluncur dari kawan relawan Dompet Dhuafa, yang bergabung di tim medis Disaster Management Center (DMC) DD di UPN Jogjakarta. Ia mengucapkan itu sambil mengusap dadanya. Hal itu menjadi perhatian serius bagiku, karena ini adalah faktor penting dalam menjalankan sebuah misi kemanusiaan.
Gunung Merapi yang terus erupsi dan mengeluarkan awan panas yang dikenal dengan Wedus Gembel, telah meluluhlantakkan kawasan di sekitar Merapi. Tidak sedikit, 180.000 orang harus meninggalkan kampung halaman kesayangannya. Banyak pula yang mati dan kehilangan rumah, harta bendanya. Situasi ini menguliti nurani banyak orang, termasuk Dompet Dhuafa (DD), LSM penghimpun ZIS di Indonesia. LKC sebagai jejaring dari DD juga turun dengan tim medisnya, di antaranya aku turut turun sebagai support.
Baca selebihnya »
Menuju Merapi
Kali ini kusampaikan pesan dari atas ambulan yang melaju di jalan Tegal menuju Merapi.
Pesan dari ketidaknyamanan hidup sang penghuni taman. Bapak bencana marah murka, menghempaskan semua yang ada di depannya. Memuntahkan semua yang ada dalam perut gendutnya.
Merapi menjadi tujuanku kini. Untuk mencoba menjadi sesuatu yang berarti. Aku tahu ini hanya secuil perjuangan. Namun ku yakin ada manfaatnya untuk seberapa pengungsi.
Kau tahu yang kurasa? Setiap persendianku merasa goyah, dadaku menjadi resah. Aku tak berdaya menyaksikan mereka yang kena musibah. Makanya kucoba gerakan bandan ini meskipun payah. Agar duka cepat teruarai sudah. Menjadi lega para saudara hingga hari yang lengah.

