Manajemen Suku Minangkabau
Dalam berjalannya waktu banyak yang terjadi dalam adat Minangkabau, walaupun sudah digambarkan bahwa adat ini tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. Banyak yang mempertahankan keelokan adat kita ini karena tahu dan banyak pula yang tak acuh lagi karena tidak tahu. Generasi sekarang saja pengetahuan adatnya perlu dipertanyakan, apalagi generasi muda yang akan menentukan masa depan ranah ini.
Inti dari adat Minangkabau adalah mufakat. Prof DR Keebet von Benda menemukan bahwa tangga menuju mufakat sudah runtuh. Banyak masalah yang tidak dapat diselesaikan sepanjang adat, menjadi silang sengketa berkepanjangan, lalu timbul cakak bahkan bentrok antar nagari. Atau dibawa berperkara ke pengadilan negara. Yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu. Kedua belah pihak menderita kerugian. Pada hal adat Minangkabau sudah menyediakan solusi setiap masalah yang timbul dalam masyarakat.
Solok Saiyo Sakato (S3) suatu ikatan masyarakat Solok di Jakarta menyadari kesulitan-kesulitan yang terjadi di kampung halaman.
Lebih lengkap dapat Anda baca dalam buku Manajemen Suku, yang sudah disusun sejak Gamawan Fauzi SH masih jadi Bupati Solok dan sekarang Menteri Dalam Negeri. Buku ini tidak jadi dicetak karena kesulitan dana.
Namun Anda dapat membacanya dalam bentuk e-book berikut, silahkan di download di sini.
Membongkar Gurita Cikeas
Ong Yuliana : Pokoke saiki (pokoknya sekarang) SBY mendukung.
SBY itu mendukung Ritonga lho
Anggodo : Koen ngarang ae! (Kamu ngarang aja nih!)
Ong Yuliana : Harus ditegakno, ngarang yo opo sih? (harus
ditegakkan, ngarang gimana sih)?
Ong Yuliana : Ini Pak SBY ngerti (tahu). SBY mendukung
kita.
Pembicaraan antara Anggodo Widjojo dan Ong Juliana Gunawan
yang berhasil disadap KPK sontak menggegerkan publik tanah
air. Kecurigaan pun menyeruak, jangan-jangan Presiden Soesilo
Bambang Yudhoyono terlibat dalam lingkaran makelar kasus
(markus). Wajar apabila opini miring itu tercetus, karena nama
SBY terang-terangan disebut oleh Ong Juliana yang hingga
kini tak tahu rimbanya.
Begitu Paragraf awal dari pengantar penerbit buku yang ditulis George Junus Aditjondro. Buku ini habis sebelum diluncurkan ke toko buku, sekarang pun banyak beredar di internet dalam bentuk e-book. Anda yang belum sempat membaca silahkan download di sini, yang dibagi menjadi 7 file untuk menggampangkan Anda, setelah download semua letakan seluruh file dalam satu folder dan ektrak dengan winrar:
Cerita tentang Koin
Beberapa hari ini kami disibukkan untuk menghitung koin yang masuk dari berbagai daerah, koin itu sebuah persembahan dari berbagai lapisan mulai yang kaya hingga yang miskin, begitu juga pejabat dan para pemulung, mereka semua menunjukkan kepedulian dan keperihatinan terhadap nasib yang melanda Prita Mulyasari, seorang ibu yang mengeluhkan pelayanan buruk sebuah rumah sakit lewat email dan dikirim ke teman-temannya. Dari temannya email ini merebak luas ke seantero alam maya.
Pejabat Rumah sakit itu murka dan membawa Prita ke pengadilan dengan tuntutan pidana dan perdata. Tuntutan pidana sampai saat ini masih disidangkan di PN Tangerang. Sementara kasus perdata mewajibkan Prita Mulyasari membayar ganti rugi sebesar Rp204 juta. Hal inilah yang mengundang perhatian dan kepedulian dari semua lapisan.
Baca selebihnya »

